Pengikut

Minggu, 08 September 2013

PUISI

PERIH
Karya : Nurul Lathifah

Ketika langkah ini mulai lelah mengejarmu
Saat tubuh ini terjatuh menggapaimu
Aku tak menyadari suatu hal
Yang ternyata aku butuhkan

Saat detik pertama ku tak melihatmu di kejauhan
Ku merasakan keanehan
Yang tak wajar
Yang tak pantas untuk dirasakan
Tapi inilah adanya
Peristiwa-peristiwa itu menjadi satu dalam memori
Tak mungkin kulupakan
Karena memang tak bisa tuk dilupakan

Bisakah ku meminta agar kau kembali?
Atau hanya sekadar muncul dari ujung pandangan mata?
Agar aku bisa tau kau baik-baik saja
Agar aku sanggup bertahan lebih lama
Karena jujur,kepergianmu menyisakan luka
Yang juga menyiksaku terlalu jua

Aku tak bisa mengaturmu
Karena aku tak berhak mengaturmu
Aku tak bisa membuatmu tau
Karena memang aku tak mau kau tau
Tapi seiring berjalannya waktu
Tak kusanggupi tantangan ini
Untuk terus berdiri
Saat kau tak tau aku ada di sini

Entah kapan aku kan bangkit lagi
Mungkin ketika nafas ini berhenti pun aku tak mampu

Minggu, 11 November 2012

PUISI CINTA



Senja,Bawa Ia Kembali

Kupejam kedua mataku
Berharap bayangmu semu menjadi nyata
Yang pergi kan pulang
Yang hilang pun kan datang
Seperti dirimu yang dulu ditelan senja
Meninggalkanku sendiri di bibir pantai berombak kecil
Yang senantiasa menjaga tangis ini agar tak pecah

Tanganku mengepal kuat
Tak kurasa genggaman tanganmu dalam hangat
Tak ada jari-jarimu di sela-sela jariku
Yang biasanya selalu melengkapi
Kepergianmu membawa lara
Yang mungkin paling membekas tiada tara
Cobalah tuk bayangkan menjadi aku
Yang senantiasa menunggu di batas senja

Kehadiranmu adalah sebuah mimpi
Yang setiap malam menemani lelapku bersama rembulan
Berharap esok kau kan datang kembali
Membawa sejuta kenyataan dan takkan pergi
Walaupun kau tak memahami
Betapa luka ini terlalu mendalam
Bagaiman air mata ini terlalu mudah untuk mengalir
Tapi,ku ingin kau coba tuk hargai

Aku tau ada yang lain disana
Tapi mungkin dia hanyalah kekosongan yang tak bermakna
Maka berilah jiwamu pada orang yang menunggumu saat senja
Setia,dan selalu ada
Senja,bawa dia kembali
Ku tahu ku telah salah
Namun tak bisakah kau berikan aku satu kesempatan lagi
Agar aku bisa perbaiki
Segala lara yang juga telah ku beri

Dirimu,lukamu terlalu dalam
Tapi salahkan bila ku ingin mengobati
Luka karenaku
Yang tak bisa untuk menjagamu disini
Dalam peluk yang menangkap
Dan hangat yang mendekap

KATA CINTA

1. Terkadang kita terlalu bodoh untuk mengerti dia,tapi kita yakin yang kita lakukan yang terbaik untuk dia
2. Sulit untuk kita meyakinkan bahwa dia tak ada lagi,karena kita sadar bahwa kita tak terbiasa tanpa dia
3. Kita lebih memilih untuk menangis tapi bisa melihat dia tersenyum dibanding kita tertawa ketika dia sedih
4. Bila kita bisa mengulang waktu,kita akan menjaganya agar tetap di samping kita
5. Saat nanti waktu kita habis,kita ingin bisa melihat dia senyum kembali
6. Kita bukanlah orang yang dia cintai,tapi kita orang yang paling mencintainya
7. Kita kesulitan melupakannya,karena itu tidak wajar untuk kita
8. Tak pantas bila kita mencintainya,tapi kita tak sanggup melupakannya
9. Ketika kita mencintai,ada hal yang tak bisa kita lakukan:menyakitinya,melupakannya,meninggalkannya
10. Kita harus tetap tegar sekalipun dalam hati kita serapuh batang pohon tumbang

PUISI CINTA



LUKA


Kini aku tak mengerti apa yang kau mau
Bahkan mungkin ku tak lagi mengenalmu
Seluruh jiwa ini berdiri menahanmu
Agar tak berlari menjauh dariku
Seakan engkau adalah hantu
Yang datang membawa takut untukku

Kaki ini sudah tak bisa
Melangkah dengan segenap rasa
Dalam goyahan jiwa ku menangis
Agar aku tak mati
Nafasku seakan terhenti
Jantungku seakan tak sanggup memompa
Hatiku layaknya tak bisa menawar racun
Tubuh seakan lumpuh dalam sayatan luka

Kembalilah aku pada yang dulu
Aku mohon agar aku tak mengenalmu
Jadikanlah aku setegar yang dulu
Yang tak pernah mengenal sakit dan pilu

Wahai burung-burung yang berkicau
Terbangkanlah sakit ini beserta memori
Untaian peristiwa yang ada
Antara aku dengannya
Buanglah mereka di ujung samudera
Di mana aku tak mampu dapatkannya
Dan lagi tak bisa menggapainya

Duhai segenap raja rimba
Bawalah lukaku ketika kau berlari
Sejauh mungkin tinggalkanku
Sendiri di sini
Tanpanya
Tanpa luka
Tanpa duka
Tanpa untaian peristiwa
Tanpa memori
Tanpa harapan dengannya

PUISI CINTA



BERDIRI TEGAK



Terjatuh aku dalam jurang
Yang gelap dan menerkam
Tumbuhan yang tumbuh sembarang
Menyayat hati ini dengan garang
Aku coba untuk bangkit lagi
Dari rasa sakit yang tidak terperi
Kukerahkan segenap jiwa dan ragaku
Agar kumampu berdiri tegak tanpamu

Sayang,kau mungkin pernah menjadi yang pertama
Tapi kini bukan berarti kau masih sama
Kau jatuhkan aku tanpa perasaan
Tinggalkan aku sendirian
Mengapa kini engkau kembali
Menyambut aku dalam senyummu
Telah lelah hati ini pertahankanmu
Haruskah aku ulangi?

Sadarkah kau bahwa ku terluka
Dengan segala perilakumu yang ada
Sakit hati ini
Perih jiwa ini
Aku bahkan menangis sendiri
Tanpa hadirmu lagi di sampingku
Dalam gelap aku bersembunyi
Darimu

Ketika ku telah berhasil
Engkau kembali lagi
Jangan pernah kau buatku terjatuh lagi
Cinta,hanya satu pintaku
Aku ingin berdiri tegak tanpamu

Sabtu, 21 April 2012

MAAF

Bila saatnya ku tiada
Janganlah ada dendam
Bila saatnya ku menghilang
Jangan ada yang menghalang
Mega-mega di batas senja
Menjadi saksi bisu
Untukku
Meraih harapan
Tak pernah ku berharap
Memilikimu seutuhnya
Tak pernah ku meminta
Mengaturmu semaunya
Cinta adalah ketulusan
Bukan saat kita berbicara dan bertatap
Namun ketika kita berjauhan
Karena kita tau itu yang membuat satu sama lain bahagia
Dan kini,maafkanlah bila
Aku hanya bisa memberi lara
Dan detik ini pula
Rasa itu,kupendam bersama bayangmu

MAAF Bila saatnya ku tiada Janganlah ada dendam Bila saatnya ku menghilang Janganlah ada yang menghalang Mega-mega di batas senja Adalah saksi bisu Perjalanan raga ini Meraih harapan Tak pernah ku berharap Memilikimu seutuhnya Tak pernah ku bayangkan Mengaturmu semaunya Cinta adalah ketulusan Bukan berarti saat kau bicara padaku Tapi saat kau dan aku menjauh Karena kita tau itu membuat satu sama lain bahagia Kebahagiaan yang kuminta Bukanlah untuk sesaat saja Saat kau dan aku bersama Tapi untuk selamanya Maafkanlah bila Cintaku membuatmu terluka Walau kau tak tahu Tapi itu yang kurasa Jangan pernah kau bertanya Tentang rasa ini Karena aku Ingin menguburnya bersama bayangmu

MAAF

Bila saatnya ku tiada
Janganlah ada dendam
Bila saatnya ku menghilang
Janganlah ada yang menghalang

Mega-mega di batas senja
Adalah saksi bisu
Perjalanan raga ini
Meraih harapan

Tak pernah ku berharap
Memilikimu seutuhnya
Tak pernah ku bayangkan
Mengaturmu semaunya

Cinta adalah ketulusan
Bukan berarti saat kau bicara padaku
Tapi saat kau dan aku menjauh
Karena kita tau itu membuat satu sama lain bahagia

Kebahagiaan yang kuminta
Bukanlah untuk sesaat saja
Saat kau dan aku bersama
Tapi untuk selamanya

Maafkanlah bila
Cintaku membuatmu terluka
Walau kau tak tahu
Tapi itu yang kurasa

Jangan pernah kau bertanya
Tentang rasa ini
Karena aku
Ingin menguburnya bersama bayangmu